warga-banten-mulai-bergejolak-lawan-rezim-represif-dinasti-atutPemilihan gubernur banten telah usai, seluruh masyarakat banten sedang menunggu keputusan hasil sidang pleno KPUD daerah banten. Tak terkecuali para pasangan calon (Atut-Rano Karno, WH-Irna, Jazuli-Muzaki), hasil sidang pleno KPUD adalah satu hal yang paling dinanti saat ini. Hal ini tidak lepas dari harapan-harapan masyarakat yang menginginkan provinsi banten yang lebih maju.
Tentunya, masyarakat mengharapkan adanya kemajuan dan perkembangan positif yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, seperti sarana dan prasarana infrastruktur khususnya jalan, laju perekonomian yang stabil, pengembangan wilayah, serta meningkatnya penyerapan tenaga kerja, serta pendidikan yang terjangkau.
Masyarakat juga mengharapkan, perhatian Pemerintah Provinsi terhadap pembangunan di bidang keagamaan dapat ditingkatkan pada masa akan datang. Selain karena Banten merupakan daerah yang memiliki ciri khas agamis-religius, pendidikan keagamaan memiliki peranan penting dalam menghadapi berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks.
Pasangan Ratu Atut-Rano Karno meraih kemenangan mutlak dalam pemilukada Banten yang berlangsung pecan lalu. Perhitungan cepat(quick count) yang digelar 3 (tiga) lembaga survey dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Provinsi Banten menunjukkan hasil suara Ratu Atut-Rano Karno lebih unggul dengan perolehan suara rata-rata 50 persen dibandingkan dengan pasangan Wahidin Halim-Irna dan Jazuli Juwaini-Muzakki.
Berdasarkan hasil Quick Count yang dirilis oleh Konsultan Citra Indonesia (KCI), pasangan nomor urut 1 meraih suara 50,36%, disusul WH-Irna 37,98%, dan Jazuli-Muzaki 11,66%. Tidak jauh berbeda dengan KCI, Jaringan Suara Indonesia (JSI) pasangan Atut-Rano memperoleh suara 50,26%, WH-Irna 37,92 %, dan Jazuli-Muzaki 11,82%. Kemenangan Ratu Atut-Rano Karno juga terlihat dari hasil Quick Count Lingkaran Survei Indonesia. Dari 98% suara yang masuk, nomor 1 unggul dengan raihan 50,3%, nomor 2 38,7%, dan nomor 3 11,98%.
Banyak pihak telah menyampaikan ucapan selamat kepada pasangan Hj. Ratu Atut Chosiyah–H. Rano Karno. Meskipun keputusan sidang pleno KPUD Provinsi Banten belum diumumkan. Ucapan selamat dari Rektor IAIN Sultan Maulana Hasanudin Banten, Prof. Dr. Sybli Sarjaya, MM, dan beliau mengingatkan bahwa kemenangan tersebut sesungguhnya merupakan amanah rakyat Banten yang harus benar-benar diwujudkan dalam kebijakan-kebijakan pembangunan lima tahun ke depan.
Dua periode masa jabatan Ratu Atut sebagai gubernur banten telah dilaluinya sejak tahun 2006 masa kepemimpinannya, dan jika ia menang pada pilgub tahun ini maka period ke 3 akan segera dimulai. Apakah banten akan menuju kemajuan atau malah semakin puruk?
Kekuasaan atut di banten dan kemenangannya di setiap pemilihan gubernur di banten juga tidak terlepas dari kemenangan kemenangan keluarganya di kabupaten-kabupaten yang ada di banten Dan keluarganyapun banyak yang menduduki kursi pemerintahan. hal ini membuktikan bahwa Ratu Atut sedang membentuk provinsi banten dengan bentuk pemerintahan monarki dengan adanya Dinasti Atut. Hal ini tak terlepas dari dukungan ayahnya Tb Chasan Sochib sebagai seorang yang sangat berpengaruh di Banten.
Tb Chasan Sochib melalui istri pertamanya Wasiah, memiliki anak Ratu Atut Chosiyah (Gubernur Banten), Ratu Tatu Chasanah (Wakil Walikota Serang), Tb Chaeri Wardana (penguasha/Ketua AMPG Banten), suami Chaeri yakni Airin Rachmi Diany yang juga Walikota Tangerang Selatan.
Dari jalur Ratu Atut, suaminya Hikmat Tomat menjadi anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar. Anak kandung Ratu Atut Andika Harzumi tercatat sebagai anggota DPD RI. Adapun istri Andika (menantu Ratu Atut) tercatat sebagai anggota DPRD Kota Serang.
Istri Chasan lainnya yakni Ratu Rafia memiliki dua anak yang juga berkiprah di lembaga publik yakni Tb Haerul Jaman sebagai Wakil Walikota Serang dan Ratu Lilis Karyawati (Ketua DPD II Partai Golkar Kota Serang). Suami dari Ratu Lilis ini, Aden Abdul Khaliq tercatat sebagai anggoat DPRD Provinsi Banten.
Dengan adanya kenyataan ini, jelaslah bahwa gurita dinasti keluarga Ratu Atut sedang menancap seantero Banten, kita berharap masyarakt Banten menyadari dan sadar betul dengan adanya monarki yang membonceng demokrasi di Provinsi Banten,”

By : Febby Chaidir Akbar
Fakultas Hukum
Universitas Padjadjaran Bandung

Advertisements